Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menerima kunjungan Tim Pemantauan Lapangan Sekretariat Dukungan Kabinet, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI di Ruang Hidayah II, Kantor Wali Kota, Selasa (7/10/25).

Kunjungan tersebut menjadi langkah penting dalam memastikan efektivitas pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.

Kehadiran tim Setneg disambut langsung oleh Pj Sekda Kota Bengkulu Tony Elfian, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD terkait, unsur TNI dan Polri, Ketua SPPG Regional Bengkulu Gloria Situmorang, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Perwakilan tim Kemensetneg, Hasanah, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari tugas langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memantau sejauh mana implementasi program MBG berjalan di berbagai daerah.

“Kami ditugaskan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pemantauan ke daerah-daerah dan melihat efektivitas program Makan Bergizi Gratis. Kami ingin mendengar langsung dari pemerintah daerah terkait pelaksanaan dan kendala di lapangan,” ujar Hasanah.

Menurutnya, Kota Bengkulu menjadi salah satu daerah sampel yang dinilai dalam pelaksanaan program MBG di Provinsi Bengkulu. Tim berharap mendapatkan masukan dan rekomendasi langsung dari pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola program agar tepat sasaran.

Sementara itu, Pj Sekda Kota Bengkulu Tony Elfian menyampaikan bahwa pelaksanaan peninjauan lapangan akan dilakukan pada Rabu pagi (8/10/2025) di SMP Negeri 18 Kota Bengkulu.

“Besok pagi kita mulai kegiatan peninjauan lapangan. Hari ini kita melakukan koordinasi lintas OPD agar semua persiapan matang. Kita juga akan meninjau dapur dan sistem penyaluran makanan bergizi,” jelas Tony.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan ibu hamil. Program ini diharapkan mampu menekan angka stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja baru di sektor pangan dan distribusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *