Bengkulu – Surat Al-Fatihah merupakan surat pembuka dalam Al-Qur’an yang memiliki kedudukan sangat istimewa. Surat ini terdiri dari tujuh ayat dan diturunkan di Makkah. Al-Fatihah disebut sebagai Ummul Kitab (Induk Kitab) dan As-Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang) karena mengandung seluruh inti ajaran Islam yang dijabarkan dalam surat-surat lainnya. Dalam tafsir Ibnu Katsir yang dikutip oleh Alim.org, dijelaskan bahwa Al-Fatihah adalah dasar dari seluruh isi Al-Qur’an karena memuat pujian kepada Allah, penegasan keesaan-Nya, pengakuan terhadap hari pembalasan, serta doa agar manusia diberi petunjuk ke jalan yang benar.
Makna dan Kandungan Surat Al-Fatihah
Tiga ayat pertama dari Al-Fatihah mengajarkan pentingnya mengakui kebesaran Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kalimat Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin mengandung makna bahwa segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam, sumber dari segala nikmat dan rahmat. Sementara ayat keempat, Maliki Yaumiddin, menegaskan bahwa Allah adalah Penguasa Hari Pembalasan. Menurut penjelasan Detik.com, ayat ini menjadi pengingat bagi setiap manusia bahwa semua amal perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah pada hari akhir.
Pada ayat kelima, Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in, terkandung prinsip tauhid yang kuat, yaitu hanya kepada Allah manusia beribadah dan memohon pertolongan. Dua ayat terakhir dari surat ini berisi doa yang mendalam agar Allah memberi petunjuk ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang mendapat nikmat-Nya, bukan jalan orang yang dimurkai maupun yang tersesat. NU Online menafsirkan bahwa kandungan Al-Fatihah mencakup aspek keimanan, ibadah, syariat, serta permohonan hidayah, yang menjadi fondasi dalam kehidupan beragama seorang Muslim.
Kegunaan dan Keutamaan Al-Fatihah
Selain sebagai surat pembuka, Al-Fatihah juga memiliki kedudukan penting dalam ibadah sehari-hari. Dalam keterangan yang disampaikan oleh Studio Arabiya, surat ini wajib dibaca di setiap rakaat shalat, sehingga menjadi bagian tak terpisahkan dari komunikasi spiritual antara manusia dengan Allah. Tidak hanya dalam ibadah, Al-Fatihah juga dikenal memiliki keutamaan sebagai doa penyembuhan dan perlindungan. Sebagaimana dijelaskan dalam Muslim.sg, surat ini sering disebut As-Syifa atau obat, karena diyakini memiliki kekuatan spiritual yang dapat memberikan ketenangan dan kesembuhan bagi orang yang membacanya dengan penuh keimanan.
Lebih jauh, menurut penjelasan IslamQA, Al-Fatihah memuat tiga bentuk tauhid utama, yaitu Tauhid Rububiyyah (pengakuan bahwa Allah adalah Pencipta dan Pengatur alam), Tauhid Uluhiyyah (penegasan bahwa hanya Allah yang berhak disembah), dan Tauhid Asma wa Sifat (meyakini nama serta sifat Allah yang Maha Sempurna). Hal ini menunjukkan bahwa dalam tujuh ayat singkatnya, Al-Fatihah merangkum seluruh prinsip akidah Islam yang menjadi dasar keimanan setiap Muslim.
Kesimpulan
Surat Al-Fatihah bukan hanya pembuka dalam susunan mushaf Al-Qur’an, tetapi juga pembuka hati bagi setiap Muslim yang menghayatinya. Surat ini mengajarkan tentang keesaan Allah, keadilan-Nya, serta pentingnya doa dan permohonan hidayah dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana disampaikan oleh berbagai sumber tafsir klasik dan kontemporer, Al-Fatihah adalah cerminan hubungan spiritual antara manusia dengan Tuhannya: penuh pujian, penghambaan, dan kepasrahan total. Oleh karena itu, memahami makna dan mengamalkan isi Al-Fatihah menjadi langkah awal untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menuntun hidup sesuai dengan cahaya petunjuk-Nya.







