Bengkulu – Sarapan telah lama dianggap sebagai waktu makan paling penting dalam sehari. Namun, belakangan ini muncul pandangan berbeda mengenai apakah sarapan benar-benar wajib atau justru bisa dilewati. Beberapa ahli gizi berpendapat bahwa manfaat sarapan bergantung pada kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing individu.
Pentingnya Sarapan Menurut Ahli Gizi
Menurut penjelasan dari Rush University Medical Center, sarapan berperan penting dalam memulai metabolisme tubuh setelah berpuasa semalaman. Tubuh yang mendapatkan asupan energi di pagi hari cenderung lebih siap beraktivitas dan membakar kalori secara optimal dibandingkan dengan yang melewatkannya.
Selain itu, penelitian yang dipublikasikan di jurnal Breakfast in Human Nutrition juga menunjukkan bahwa orang yang rutin sarapan memiliki asupan nutrisi lebih seimbang, terutama dalam hal vitamin, mineral, dan serat. Mereka yang sering melewatkan sarapan justru lebih rentan mengalami kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi dan kalsium yang penting bagi tubuh.
Dampak Sarapan terhadap Energi dan Konsentrasi
Sarapan bukan hanya soal mengisi perut, tetapi juga mendukung fungsi otak. Dalam laporan yang dikutip dari WebMD, mengonsumsi makanan bergizi di pagi hari dapat meningkatkan daya konsentrasi dan kemampuan berpikir, terutama bagi anak-anak sekolah dan pekerja yang memerlukan fokus tinggi. Gula darah yang stabil setelah sarapan juga membantu mencegah rasa lemas dan mudah marah di siang hari.
Selain itu, menurut artikel dari Kellogg’s Health & Nutrition Center, sarapan yang sehat dapat membantu menjaga berat badan ideal. Mereka yang terbiasa sarapan cenderung mengontrol porsi makan lebih baik dan tidak mudah tergoda mengonsumsi makanan tinggi lemak atau gula berlebih di siang hari.
Bagaimana Jika Tidak Sarapan?
Meski banyak manfaatnya, tidak semua orang cocok dengan pola makan tiga kali sehari. Beberapa studi yang dikutip oleh Medical News Today menjelaskan bahwa melewatkan sarapan tidak selalu berdampak buruk, terutama bagi mereka yang menerapkan pola makan intermittent fasting. Pola ini justru dapat membantu sebagian orang mengontrol berat badan dan kadar gula darah, selama asupan makanan pada waktu makan berikutnya tetap bergizi seimbang.
Namun, ahli gizi tetap mengingatkan agar tidak sembarangan melewatkan sarapan. Bagi anak-anak, remaja, dan orang yang memiliki aktivitas fisik tinggi, sarapan tetap dibutuhkan agar tubuh memiliki energi yang cukup.
Sarapan Sehat yang Disarankan
Agar manfaat sarapan terasa optimal, pilihlah makanan yang kaya nutrisi dan tidak mengandung gula berlebih. Berdasarkan saran dari AntaraNews.com dan Halodoc.com, kombinasi ideal sarapan mencakup karbohidrat kompleks seperti roti gandum atau oatmeal, sumber protein seperti telur dan susu, serta tambahan buah segar untuk vitamin dan serat. Hindari makanan cepat saji atau minuman manis karena dapat memicu lonjakan gula darah yang cepat turun.
Kesimpulan
Sarapan memang memiliki banyak manfaat untuk metabolisme, konsentrasi, dan keseimbangan gizi harian. Namun, keputusan untuk sarapan atau tidak sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing. Seperti dijelaskan oleh Rush University Medical Center dan Medical News Today, yang terpenting bukan hanya waktu makannya, tetapi kualitas dan keseimbangan gizi yang dikonsumsi sepanjang hari.








