Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi kembali menghadirkan inovasi baru untuk mempercantik wajah kota sekaligus memperkuat identitas budaya daerah, Rabu (8/10/25).
Melalui pembangunan ruang publik bernama Tugu Tabot, lahan di belakang wisata Benteng Marlborough yang sebelumnya berupa semak belukar akan disulap menjadi taman tematik bernuansa seni dan edukasi.
Dedy menjelaskan, pembangunan taman ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam menghadirkan ruang publik yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat nilai budaya.
“Insya Allah taman yang kumuh kita sulap menjadi Taman Tabot yang keren,” ujar Dedy Wahyudi, Rabu (8/10/25).
Nama Taman Tabot diambil dari tradisi budaya Tabot, ikon khas Bengkulu yang merepresentasikan semangat dan kekuatan masyarakat dalam melestarikan warisan budaya lokal. Nantinya, taman ini akan menampilkan miniatur bangunan Tabot serta alat musik dol, yang menjadi simbol kesenian khas daerah.
Lebih dari sekadar ruang publik, taman tersebut dirancang menjadi taman edukasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat dan komunitas seni. Area taman terbuka bagi sanggar tari, kelompok musik dol, maupun pelajar yang ingin berlatih atau menampilkan pertunjukan.
“Silakan, taman ini bisa digunakan sanggar untuk latihan tari, latihan dol, dan event seni budaya. Jadi masyarakat tidak hanya berwisata, tapi juga belajar dan berkreasi di tempat yang sama,” terangnya.
Pembangunan Taman Tabot ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025 agar dapat digunakan masyarakat untuk kegiatan dan event menyambut Tahun Baru 2026.
Dengan hadirnya Taman Tabot, Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan komitmennya menjadikan ruang publik sebagai pusat interaksi warga yang menggabungkan keindahan, budaya, dan edukasi—selaras dengan semangat mewujudkan Bengkulu yang nyaman, indah, dan berkarakter.










