Seluma – Anggota DPRD Kabupaten Seluma, Binanto, S.Pd, menyoroti terhentinya pembangunan SMP Negeri 22 Seluma di Desa Lubuk Resam, Kecamatan Seluma Utara, Rabu (15/10/25).

Proyek yang menggunakan dana negara senilai lebih dari Rp2 miliar itu dikabarkan mandek selama beberapa minggu terakhir.

Menurut Binanto, salah satu penyebab utama terhambatnya pembangunan adalah kondisi akses jalan menuju lokasi yang rusak parah. Hal tersebut membuat mobilisasi material bangunan menjadi sulit dan memperlambat progres pekerjaan. Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Seluma untuk turun langsung ke lokasi, bukan hanya mengandalkan laporan staf.

“Jalan rusak menjadi penyebab utama mandegnya pembangunan di SMPN 22 Seluma karena material sulit masuk. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus cek langsung dan tahu kendala sesungguhnya. Sangat disayangkan jika bangunan dengan nilai proyek lebih dari Rp2 miliar ini mandek begitu saja,” ujar Binanto, Rabu (15/10).

Ia menambahkan, untuk menuju Desa Lubuk Resam, kendaraan biasa tidak bisa digunakan karena medan jalan yang ekstrem. Hanya mobil jenis double cabin dengan empat rantai ban yang mampu menembus lokasi tersebut. Kondisi ini membuat biaya transportasi menjadi sangat tinggi.

Hingga pertengahan Oktober 2025, progres pembangunan SMPN 22 Seluma disebut baru mencapai 20 hingga 30 persen. Akibatnya, para siswa masih menumpang belajar di SD Negeri Lubuk Resam karena ruang kelas baru belum bisa digunakan.

“Sekarang progres pembangunan paling tinggi baru 30 persen. Untuk menuju ke lokasi harus menggunakan kendaraan 4×4 dan rantai ban. Dinas Pendidikan harus segera turun tangan mencari solusi agar proyek ini bisa selesai tepat waktu,” lanjutnya.

Selain masalah jalan, Binanto juga menyoroti persoalan upah pekerja yang belum dibayarkan. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah tukang memilih berhenti dari pekerjaan.

“Saya mendapat laporan bahwa banyak tukang belum dibayar sehingga mereka berhenti bekerja. Ini harus segera ditelusuri. Dinas Pendidikan jangan hanya diam, harus cek dan awasi langsung. Ini uang negara, jangan sampai pembangunan yang dinantikan warga Seluma justru menimbulkan masalah baru,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *