Rejang Lebong – Parasut warna-warni menari di udara, menghiasi kawasan Danau Mas Harun Bastari (DMHB) yang kini menjadi pusat kegiatan Open Tandem Paralayang, Kamis (16/10/25).
Event ini bukan sekadar olahraga ekstrem, tetapi juga magnet baru bagi wisatawan dan konten kreator nasional yang memburu keindahan langit Bengkulu dari ketinggian.
Kegiatan yang berlangsung sejak 4 Oktober hingga 4 November 2025 ini sukses menarik pengunjung dari berbagai daerah. Selama sebulan penuh, kawasan danau di dataran tinggi Rejang Lebong tersebut menjadi pusat perhatian pecinta olahraga udara, wisata alam, hingga pembuat konten digital.
Momentum Sport Tourism Bengkulu
Ketua Harian Komunitas Paralayang Indonesia (KPI) Rejang Lebong atau Paralel, Ruly Sumanda, S.H., M.H., menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting dalam memperkenalkan Rejang Lebong sebagai destinasi unggulan sport tourism di Provinsi Bengkulu.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa Rejang Lebong memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan wisata olahraga. Tidak semua daerah punya lanskap seindah Danau Mas Harun Bastari yang cocok untuk paralayang,” ungkap Ruly.
Event ini terbuka untuk umum dengan tarif Rp650.000 per orang. Setiap peserta diterbangkan oleh pilot tandem profesional bersertifikat yang menetap di Rejang Lebong selama masa kegiatan. Selain di DMHB, tim Paralel juga melakukan uji terbang di Bukit Kaba dan sedang meninjau Bukit Basah sebagai calon lintasan baru.
Sinergi Paralayang dan Pengelola Danau
Kehadiran kegiatan paralayang terbukti meningkatkan jumlah pengunjung Danau Mas Harun Bastari. Setiap akhir pekan, wisatawan datang tidak hanya untuk mencoba terbang, tetapi juga menikmati panorama danau sambil berperahu, bermain kano, atau memancing.
Pengelola DMHB, Benny Irawan, S.H., M.C.P., menyampaikan bahwa pihaknya terus berbenah untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
“Kami rutin melakukan aksi bersih-bersih, pemotongan rumput, dan penebaran bibit ikan. Harapannya, pengunjung semakin betah dan ingin kembali lagi,” jelas Benny.
Selain mempercantik kawasan wisata, pengelola juga menata ulang area parkir dan pedagang kaki lima agar terlihat lebih tertib. “Kehadiran paralayang memberi warna baru bagi Danau Mas. Bayangkan, sambil bermain kano, pengunjung bisa melihat penerbang melintas di langit dan mendarat di tepian danau, pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain,” tambahnya.
Daya Tarik Baru bagi Konten Kreator Nasional
Fenomena paralayang di DMHB juga menyita perhatian para kreator konten nasional. Banyak pembuat konten dari Bengkulu dan luar daerah hadir untuk mengabadikan momen spektakuler tersebut.
“View-nya bagus banget. Ada kombinasi air, bukit, dan langit, konten di sini bisa FYP,” kata salah satu kreator asal Palembang.
Pemandangan langit biru, danau berkilau, dan pegunungan hijau menciptakan komposisi sinematik yang ideal untuk vlog, reels, dan video pendek.
Menuju Kabupaten Wisata Modern
Selain menjadi destinasi favorit baru, Danau Mas Harun Bastari juga menjadi simbol sinergi antara komunitas, pemerintah, dan pelaku wisata. Benny yang juga Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Rejang Lebong menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi.
“Kami akan terus bekerja sama dengan Paralel, Dinas Pariwisata, kecamatan, desa, hingga agen perjalanan wisata. Semua ini untuk mendukung program Bupati H.M. Fikri Thobari, S.E., M.A.P., dan Wakil Bupati Dr. Hendri Praja, S.STP., M.Si., dalam mewujudkan Rejang Lebong sebagai Kabupaten Wisata,” tegasnya.
Dengan dukungan komunitas dan pemerintah, Danau Mas Harun Bastari kini tidak hanya menjadi destinasi alam, melainkan ikon baru sport tourism dan pusat kreativitas digital di Bengkulu, memperkuat citra Rejang Lebong sebagai daerah wisata modern dan berdaya saing.










